Published Senin, April 20, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Curhatan Ala Mamak

Di bulan-bulan sebelumnya, aku biasa "memberi" jatah libur memasak selama satu hari per minggunya. Sebenarnya Pak Suami sih membebaskan aku untuk memilih apakah mau masak atau beli makan di luar. Maksudnya, kalau emang lagi pengen masak ya masak, lagi nggak pengen ya tinggal beli di warung dekat rumah atau delivery saja. Tapi tentunya sebagai mamak-mamak baru yang udah mulai mikirin alur pemasukan dan pengeluaran, semalas apapun, rasanya lebih milih untuk lebih banyak masaknya daripada beli jadinya karena tentunya pasti lebih murah.

Habisnya, dulu sewaktu awal-awal menikah dan masih lebih sering "jajan" di luar, penghasilan Suami jarang ada sisanya. Pasti habis, dan malah terkadang kurang sampai harus mengorek-orek isi tabungan. Jadi nggak bisa berselancar di dunia "per-onlineshop-an" sering-sering dan nggak ada sisa biaya untuk liburan, karena yang ada malah tabungannya jadi semakin terkikis. Padahal yang dilakukan cuma makan dan makan, yang sebenarnya juga bukan makanan yang mewah-mewah banget. Jadinya meskipun banyak jajannya, tapi rasanya tetap saja meringis.

Lalu sewaktu mulai pindah ke rumah orang tua dan qodarullah kondisi alm. Ummi tidak memungkinkan untuk sering-sering makan makanan luar, aku jadi "dipaksa" untuk lebih sering memasak sendiri di rumah. Terus di situ aku mulai sadar, kok ya tiap akhir bulan gaji Pak Suami malah jadi lebih banyak sisanya. Meski tidak seberapa, tapi setidaknya tabungan jadi tidak tersentuh sama sekali. Eh tersentuh ding, tapi kali ini justru jadi semakin bertambah sedikit demi sedikit. Beberapa e-commerce pun jadi sering dibuka karena jadi punya jatah buat "jajan" yang lain, hehe. Dan rasanya tiap bulan jadi jarang meringis karena angka tabungan yang semakin bertambah meski sedikit. Apalagi di situasi seperti sekarang yang memang lebih aman untuk selalu makan masakan rumahan alias masak sendiri. Udah uang makannya jadi bersisa setengahnya, jatah "jajan" di luar pun jadi bisa berpindah seluruhnya ke tabungan karena sampai akhir bulan pun tidak terpakai.

Tapi yang namanya ibu-ibu muda *menolaktua*, ya tetap saja masih ada rasa jenuhnya kalau harus masak terus tiap hari. Rasanya kayak pengen ada waktu buat libur dari dunia perdapuran, atau minimal bisa masak agak siangan gitu karena pengen leha-leha sebentar selepas sholat shubuh. Cuma rasa takut dan rasa tanggungjawab (yang semoga terus diistiqomahkan) untuk bisa terus mengisi perut orang-orang rumah dengan makanan yang Insya Allah sudah terjamin kebersihannya karena diolah sendiri itu Alhamdulillah masih lebih besar sedikit daripada rasa jenuhnya. Ya, kayak hari ini.
Hari ini aku cuma ngegoreng lele yang udah dibumbuin dan ayam yang udah diungkep di hari sebelumnya, ngegoreng tahu yang emang udah ada rasanya, sama ngoseng kangkung yang juga udah dipetik dari pertama kali beli, jadi tinggal dicuci-cuci aja. Paling effort-nya cuma di ngiris-ngiris duo bawang sama bikin sambel karena harus digoreng dulu baru diulek. Ngegoreng lele sama ayamnya juga nggak banyak-banyak, karena kalau kurang tinggal ngegoreng lagi sorenya—yang seringnya dibantuin Pak Suami atau Azizah, karena kalau sore-sore itu dapurnya ramai sama penghuni rumah yang lagi nggak ada kerjaan. Kenapa nggak ngegoreng lele aja atau ayam aja? Ya karena Ais dan Azizah sukanya lele, sedangkan Hilmi dan Pak Suami sukanya ayam. Jadi harus digoreng dua-duanya biar pada mau makan. Soalnya kalau yang digoreng cuma salah satunya, jadi ada yang nggak doyan makan dan ngarep-ngarep buat jajan di luar, hiks.

---

Dari beberapa menit yang lalu mikirin kalimat lanjutannya tapi malah jadi blank dan nggak tahu mau nulis apa lagi. Jadi udahan aja ya curhatnya, hehe. Semoga bukan termasuk dalam kegiatan mengeluh, aamiin.
Read More
Published Minggu, April 19, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Otak-Otak Ikan Tenggiri

Setiap kali aku cerita kalau dulu di Kendari Ummi sering bikin siomay tapi jadi jarang bikin lagi karena di Purwokerto susah nyari ikan tenggirinya, lalu juga soal Azizah yang sering minta makan otak-otak yang sengaja di hidangkan kalau makan di restoran keluarga tapi harga satuannya sampai 5000-an, Pak Suami selalu penasaran karena katanya dari dulu jarang banget (hampir nggak pernah) yang namanya makan ikan laut, apalagi yang diolah-olah begini. Katanya karena di keluarganya cuma Mama yang suka makan ikan. Alhasil, waktu Pak Suami lagi belanja kebutuhan yang tertinggal di pasar dan lihat ada yang jual ikan tenggiri, beliau pun tanpa basa-basi langsung beli satu ekor dan minta dibikinin otak-otak (kan kalau siomay mah dimana-mana juga ada ya πŸ˜‚). Dengan persiapan yang lengkap, karena pakai beli daun pisangnya juga segala wkwk.

Tapi ternyata sedikit orang yang membagikan resep bikin otak-otak ikan tenggiri ini. Kalaupun ada, nggak begitu lengkap dan jelas gitu. Jadinya aku sama Azizah pun coba-coba untuk memodifikasi resep bikin otak-otak pakai "ingatan", dan Alhamdulillah rasanya mirip sama yang dijual di restoran-restoran πŸ˜† Nggak bohong loh ini, karena sudah teruji oleh Abi yang dulu sering makan otak-otak ini.

Bahan :
- 500-600 gr ikan tenggiri fillet
- 100 gr tepung tapioka
- 10 siung bawang merah, haluskan
- 6 siung bawang putih, haluskan
- 1 bungkus santan kara ukuran 65 ml
- 1 helai daun bawang, iris tipis
- 1 butir telur
- 1-2 sdt garam, lada, kaldu jamur, gula pasir
- secukupnya air es
- secukupnya daun pisang, potong sesuai selera

Cara Membuat :
  1. Haluskan ikan tenggiri menggunakan blender/food processor sampai teksturnya lembut.
  2. Setelah lembut, campurkan adonan ikan dengan semua bahan kecuali air es dan daun pisang. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
  3. Masukkan air es secukupnya (sekitar 3-4 sdm, atau secukupnya) dan aduk-aduk sampai tekstur adonan agak encer namun tetap padat.
  4. Setelah semua adonan tercampur rata, ambil 1-2 sdm adonan dan bungkus ke dalam daun pisang. Lalu tutup bagian atas dan bawang daun pisang dengan tusuk gigi atau potongan tusuk sate (aku pakai staples karena nggak punya tusuk gigi atau tusuk sate wkwk).
  5. Lakukan sampai semua adonan selesai dibungkus.
  6. Kukus adonan selama kurang lebih 20 menit (lamanya mengukus tergantung banyaknya adonan).
  7. Setelah adonan matang, bakar adonan yang masih di dalam daun pisang sebentar (kurang lebih 1 menit) sampai daun pisang agak gosong dan daun pisang tidak basah (karena biasanya setelah dikukus, daun pisang akan sedikit basah).

Oh iya, sebenarnya kalau di restoran gitu kan ada cocolan bumbu kacangnya. Tapi aku dan Azizah belum nemu resep yang pas. Akhirnya kemarin pakai sambel kacang sisa bikin soto yang ditambahin dengan air dan kecap manis sedikit. Kurang lebih resepnya gini :

Bahan Saus Cocolan :
- 50 gr kacang tanah, goreng
- 2 siung bawang merah
- 2 buah cabai keriting merah
- 3 buah cabai rawit domba
- garam, kaldu jamur, gula merah
- air matang

Cara Membuat Saus Cocolan :
  1. Rebus bawang merah, cabai keriting merah dan cabai rawit domba sampai matang. Setelah itu haluskan bersama dengan kacang tanah sampai benar-benar halus.
  2. Tambahkan garam, kaldu jamur, dan gula merah halus sesuai selera.
  3. Tambahkan air sampai tekstur saus sangat cair.

Otak-otak ikan tenggiri dan saus cocolannya pun siap dihidangkan!
Read More
Published Minggu, April 19, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Mochi Isi Kacang


Sekitar kurang lebih sebulanan yang lalu, sewaktu lagi beres-beres dapur, aku nemuin satu toples yang isinya tepung ketan putih sisa bikin mochi es krim setahun yang lalu. Karena takut mubazir, akhirnya aku dan adik-adik memutuskan untuk membuat mochi lagi tapi versi isi kacang karena nggak punya es krim. Untungnya masih punya kacang tanah sisa bikin soto di minggu sebelumnya.

Bahan Kulit Mochi :
- 200 gr tepung ketan putih
- 300 ml santan (aku pakai santan kara 65 ml yang dicairkan)
- 50 gr gula pasir
- pewarna makanan

Bahan Isi :
- 100 gr kacang tanah (disangrai)
- 3 sdm gula halus
- 2 sdm air panas

Bahan Tabur : secukupnya tepung maizena, sangrai

Cara Membuat :
  1. Masukkan tepung ketan putih dan gula pasir ke dalam mangkuk, lalu aduk-aduk hingga kedua bahan tercampur rata.
  2. Setelah kedua bahan tercampur, masukkan santan lalu aduk kembali sampai tidak ada bahan yang menggerindil.
  3. Masukkan secukupnya pewarna makanan (sesuai selera), lalu aduk-aduk kembali.
  4. Tuang adonan kulit mochi yang telah tercampur rata ke dalam loyang, lalu kukus sampai kurang lebih 20 menit.
  5. Sambil menunggu adonan kulit matang, haluskan kacang tanah yang telah disangrai.
  6. Setelah halus, campurkan kacang tanah dengan gula halus, lalu tambahkan dengan air panas sambil diaduk-aduk hingga semua bahan isian tercampur rata. Sisihkan.
  7. Jika bahan kulit sudah matang, angkat lalu pipihkan di atas alas sambil ditaburkan dengan tepung maizena agar tidak lengket.
  8. Potong adonan menjadi persegi dengan besaran sesuai selera. Lalu isi dengan kacang dan tutup sambil dibulat-bulatkan (seperti di gambar).
  9. Lakukan sampai semua adonan habis.

Mochi isi kacang siap dihidangkan!
Read More
Published Jumat, April 17, 2020 by Hannan Izzaturrofa

#ShopAndCook Jumat, 17 April 2020

Seperti dua minggu kemarin, hari ini belanja ke pasar lagi untuk beli stok bahan makanan selama dua minggu. Langsung saja ya ke foto dan daftar belanjaannya. Tapi di foto bawah ini, telur dan lelenya nggak ikut kefoto gara-gara kelupaan (lelenya masih lagi dibersihin sama Pak Suami wkwk).

  1. Dada ayam fillet 2 kg (@40.000/kg, total 80.000)
  2. Paha ayam 2 kg (@27.000/kg, total 54.000)
  3. Sayap ayam 3 kg (@26.000, total 78.000)
  4. Tulang ayam 1/4 kg (6.000)
  5. Gurameh 9 ons (45.000)
  6. Cumi 1/2 kg (35.000)
  7. Daging khas dalam 1.5 kg (192.000)
  8. Lele 1 kg (22.000)
  9. Telur ayam 2 kg (@24.000/kg, total 48.000)
Total keseluruhan lauknya itu 560.000 yah. Dan untuk sayur-sayuran dan bumbunya itu...
  1. Kentang 1 kg (18.000)
  2. Tahu kuning 20 bh (10.000)
  3. Wortel 1 kg, terong ungu 2 bh, kembang kol 2 bh, putren 2 bungkus, toge kecil 1 bungkus, kacang tanah 1/4 kg, cabai keriting merah 1/2 kg (66.000)
  4. Kangkung 2 ikat & kembang kol 1 bh (18.500)
  5. Tempe 1 papan (2.500)
  6. Bawang merah 1 kg (50.000)
  7. Bawang putih 1/2 kg (20.000)
  8. Kerupuk merah 1/4 kg (4.000)
  9. Pisang kepok (15.000)
  10. Tepung roti 1 kg (19.000)

Total keseluruhan sayur-sayurannya itu 223.000 yah 😊. Pisang kepok, kerupuk sama tepung rotinya juga lupa nggak kefoto hehe. Tapi sebenarnya di sini Pak Suami ada sedikit miss, soalnya lupa nggak beli daun bawang seledri dan bihun jagung, sama buncisnya katanya sih lagi jelek-jelek gitu kualitasnya yang dijual di pasar. Terus juga putrennya malah beli dua bungkus, padahal cuma minta satu bungkus aja wkwk. Togenya juga bukannya dikurangin banyaknya, malah diambil semua sebungkus-bungkusnya ckck. Tapi nggak apa-apa, Insya Allah yang kurang-kurang itu masih bisa beli di warung dekat rumah, dan yang lebih-lebih itu bisa dimanfaatkan.

So, total belanjaan dua minggu ini sekitar 783.000 yah. Dan kalau pas pertama belanja gini, awalnya kan aku ngerasa kayak "ih, beli bahan makanannya terlalu banyak ya? atau terlalu mewah jadi pengeluarannya besar banget? kayaknya masih bisa dihemat-hemat lagi". Tapi pas di akhir bulan menghitung-hitung pengeluaran, ternyata belanja kayak gini masih wajar kok (menghibur diri sendiri πŸ˜‚). Apalagi kan ini bahan makanan untuk 14 hari dan 5 orang usia remaja-dewasa. Terus juga dalam situasi kayak gini kan memang aku juga lagi berkomitmen buat masak terus setiap hari untuk tiga kali makan, biar nggak pada minta jajan di luar atau beli makan di luar. Jadi kalau dihitung-hitung, satu orangnya di belanja kali ini hanya menghabiskan biaya sebesar kurang lebih 11.200 per harinya. Murah banget kan πŸ˜†

Semoga bermanfaat πŸ˜€
Read More
Published Kamis, April 09, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Oseng-Oseng Mercon

Satu minggu yang lalu waktu aku lagi bingung mau masak apa lagi biar orang rumah nggak bosen makan masakan rumahan, Ais ngusulin buat bikin oseng-oseng mercon. Kalau nggak salah sih, ini merupakan makanan khas dari Yogyakarta. Setelah nyari-nyari resep di youtube dan kebetulan memang minggu kemarin itu jatahnya beli daging, akhirnya aku pun memutuskan buat nyoba bikin oseng-oseng mercon ini. Mungkin agak beda karena aku ngehalusin bumbunya sampai halus banget, sedangkan kalau oseng-oseng mercon aslinya itu kan cabai-cabainya kayak masih agak kasar gitu. Tapi kalau soal rasanya mah, 11-12 kok πŸ˜†

Alhamdulillahnya juga walaupun pertama kali bikin, menu ini jadi menu favorit di rumah. Tapi rasanya pedes banget wkwk. Dan sebenarnya pun resep ini adalah hasil perpaduan dari beberapa resep yang aku temuin, karena pas dilihat-lihat kok pasti ada aja kurang dan nggak sregnya dari setiap resep yang aku tonton. So, ini oseng-oseng mercon ala aku πŸ˜‹

Bahan :
- 1/2 kg daging iga sapi
- 1/2 kg daging tetelan sapi
- 5 cabe keriting merah
- 15 cabe rawit domba
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 ruas jahe
- 1 jempol lengkuas, geprek
- 4 lembar daun salam
- 3 lembar daun jeruk
- garam, gula, lada bubuk, kaldu jamur

Cara Membuat :
  1. Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas, daun salam dan daun jeruk.
  2. Potong-potong daging sesuai selera. Kalau aku, sewaktu beli minta dipotong seukuran sop.
  3. Tumis bumbu halus sampai matang (warnanya berubah lebih gelap dan mulai mengeluarkan minyak), lalu tambahkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk.
  4. Masukkan daging tetelan dan iga, aduk-aduk sampai semua daging terkena bumbu.
  5. Setelah daging dan bumbu tercampur rata, tambahkan garam, gula, lada bubuk dan kaldu jamur sesuai selera. Bisa ditambahkan sedikit dulu agar tidak overpowering bumbunya.
  6. Tambahkan air secukupnya dan tunggu hingga air menyusut setengahnya.
  7. Cicipi untuk mengoreksi rasa.
  8. Lanjutkan proses memasak sampai air menyusut sambil sesekali diaduk agar daging bagian bawah tidak gosong dan menempel pada alat masak.
  9. Oseng-oseng mercon siap disajikan!

Sebenarnya akan lebih endeus lagi kalau cabe rawit dombanya diulek kasar atau dichopper kasar. Tapi berhubung aku pengen yang lebih praktis, jadi aku halusin aja semuanya πŸ˜‚ Caranya memang mirip dengan rica-rica ayam yang biasa aku bikin, tapi yang ini tanpa kunyit, ketumbar dan cabe rawitnya lebih banyak, jadi rasanya pun pasti beda.

Selamat mencoba!
Read More
Published Kamis, April 09, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Dorayaki Oreo


Sebenarnya bikin ini udah lama banget, sekitar satu minggu yang lalu. Tapi baru sempat ditulis karena satu dan lain hal.  Iseng pengin nulis ini pun karena bahan dan cara membuatnya simpel, tapi rasanya enak pakai banget πŸ˜†

Oke, langsung saja ya ke daftar bahan dan cara membuatnya!

Bahan :
- 1 Bungkus Oreo Vanilla
- 2 Saset Kental Manis Cokelat
- 1 Butir Telur
- Air 85 ml
- 1 sdt Baking Powder

Cara Membuat :
  1. Pisahkan krim oreo dengan biskuitnya. Lalu hancurkan biskuitnya sampai halus.
  2. Kocok telur sampai berbusa, kemudian campurkan remahan oreo dan aduk merata.
  3. Tambahkan 1 saset kental manis, baking powder dan air. Aduk hingga tidak ada lagi adonan yang menggerindil.
  4. Tutup wadah adonan dan diamkan hingga 20 menit.
  5. Setelah 20 menit, cetak adonan di teflon yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan api kecil.
  6. Tunggu hingga muncul lubang di semua bagian adonan, lalu balik adonan. Kemudian panggang selama 1-2 menit. Lakukan langkah ini sampai semua adonan habis.
  7. Untuk isiannya, campurkan krim oreo dengan 1 saset kental manis (seharusnya menggunakan kental manis yang putih, tapi karena tidak ada jadi diganti rasa cokelat). Kemudian aduk hingga semua tercampur rata.
  8. Setelah semua siap, oleskan adonan isian ke satu sisi dorayaki, lalu tutup dengan dorayaki lainnya (seperti pada gambar).
  9. Dorayaki oreo siap dihidangkan!

Selamat mencoba 😊
Read More
Published Senin, April 06, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Pempek DOS

Baru kemarin banget nih, tiba-tiba gantian Abi yang pengin dibikinin pempek. Tapi berhubung lagi nggak punya ikan tenggiri, jadilah kali ini bikin pempek yang tanpa campuran ikan. Kebetulan dulu pernah iseng buat pempek ini sekitar setahunan yang lalu. Kurang berasa "pempeknya" sih, tapi rasanya tuh agak mirip-mirip sedikit gitu. But, its okay lah πŸ˜‹.

Bahan Pempek :
- 150 gr tepung terigu
- 300 gr tepung tapioka
- 7 siung bawang putih, haluskan
- 5 butir telur
- 1 sdt garam
- 1/4 sdt lada bubuk
- 3 sdt kaldu jamur
- 300 ml air

Bahan Kuah Cuko :
- 7 buah cabe merah keriting
- 7 siung bawang putih
- 250 gr gula merah, iris tipis-tipis
- 1 sdt asam jawa, larutkan
- 1/2 sdt garam
- 250 ml air (jika tidak suka yang terlalu kental, bisa ditambahkan sesuai selera)

Cara Membuat Pempek :

  1. Campurkan tepung terigu, bawang putih, garam, lada, kaldu jamur dan air ke dalam teflon.
  2. Aduk-aduk sampai semua bahan tercampur rata dan tidak ada lagi tepung yang menggumpal.
  3. Setelah semua tercampur rata, nyalakan kompor dengan api sedang dan aduk-aduk adonan sampai adonan menggumpal.
  4. Pindahkan adonan ke dalam wadah, lalu campurkan dengan 2 butir telur. Aduk-aduk sampai semua tercampur rata.
  5. Masukkan tepung tapioka dengan 2 tahap (setengahnya terlebih dahulu, setelah tercampur baru masukkan setengah tepungnya lagi), lalu uleni adonan hingga kalis.
  6. Pecahkan 3 butir telur, lalu kocok lepas (untuk isian pempek kapal selam).
  7. Bulatkan adonan, lalu lubangi dengan jempol sambil diperbesar lubangnya hingga membentuk seperti kapal.
  8. Masukkan telur ke dalam lubang adonan (sampai setengah tinggi adonan), lalu tutup bagian atasnya dengan cara dipencet-pencet ujung-ujungnya hingga semua bagian rekat dan tertutup. Lalu ulangi sampai telur habis.
  9. Untuk pempek lenjernya; ambil adonan secukupnya, lalu bentuk adonan seperti tabung.
  10. Jangan lupa untuk selalu melumuri adonan dengan tepung tapioka agar adonan tidak menempel di piring saat diletakkan.
  11. Setelah semua adonan dibentuk, rebus adonan ke dalam panci yang berisi air mendidih.
  12. Jika adonan sudah terangkat, berarti tandanya adonan sudah matang.
  13. Goreng adonan jika ingin dikonsumsi, atau simpan di wadah tertutup jika ingin dimakan nanti πŸ˜‰

Cara Membuat Kuah Cuko :

  1. Haluskan cabe keriting merah dan bawang putih.
  2. Campurkan cabe dan bawang yang sudah dihaluskan dengan gula merah, asam jawa dan air.
  3. Nyalakan kompor dengan api sedang, lalu aduk-aduk campuran tadi sampai gulanya larut dan air mendidih. Jangan lupa untuk memberikan 2 menit waktu setelah air mendidih untuk terus mengaduk agar campuran kuah tidak berbau langu (bawang putih atau cabai belum matang).
  4. Matikan kompor dan saring kuahnya.

Pempek pun siap dinikmati! Selamat mencoba 😊
Read More
Published Senin, April 06, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Bubur Sumsum


Mungkin karena udah lama nggak pernah beli jajan di warung depan perumahan lagi, jadinya hari Sabtu kemarin Ais tiba-tiba minta dibikinin bubur sumsum. Katanya buat sarapan, soalnya kalau langsung makan nasi tuh kayak berat banget gitu. Alhasil, aku dan Azizah pun nyari-nyari cara membuat bubur sumsum ini dan nemu yang cocok di lidah. Resepnya sedikit dimodifikasi sesuai selera sih, tapi Insya Allah resep ini udah paling oke deh. Sampai-sampai Abi nggak kebagian buburnya karena pada nyobain dalam jumlah besar semua wkwk. Padahal, aku dan Azizah bikin buburnya lumayan banyak karena pas awal bikin itu nggak tahu kalau takaran tepung seukuran segitu itu bisa jadi bubur sebanyak apa.

Hehe. Biar nggak kebanyakan curhatnya, langsung saja ya. Berikut bahan dan cara membuatnya...

Bahan :
- 65 ml santan kara
- 150 gr tepung beras putih
- 1 sdt garam
- 2 lembar daun pandan, simpulkan
- 200 gr gula jawa
- 3 sdm gula pasir
- 1300 ml air

Cara Membuat Bahan Bubur:

  1. Larutkan 65 ml santan kara ke dalam 900 ml air.
  2. Masukkan tepung beras putih ke dalam panci.
  3. Tambahkan santan, garam, dan 1 lembar daun pandan.
  4. Aduk-aduk sampai semua tercampur rata dan tidak ada yang menggumpal.
  5. Setelah semua tercampur rata, nyalakan kompor dengan api kecil menuju sedang.
  6. Aduk-aduk adonan sampai adonan berubah teksturnya menjadi seperti bubur. Setelah jadi, matikan api.
Cara Membuat Bahan Gula :

  1. Iris-iris gula jawa agar lebih mudah dilarutkan.
  2. Campurkan gula jawa, gula pasir, 400 ml air dan 1 lembar daun pandan ke dalam panci.
  3. Nyalakan kompor dengan api kecil menuju sedang, lalu aduk-aduk sampai gula larut dan air mendidih.

Sudah deh! Kalau mau dimakan, tinggal ambil bubur ke dalam mangkuk dan siram dengan air gula. Selamat mencoba 😊

---

note : di gambar buburnya kayak pecah-pecah karena emang udah lagi dimakan dan baru keinget buat mengabadikan wkwk *bangga karena pertama kali bikin dan langsung enak*

Read More
Published Jumat, April 03, 2020 by Hannan Izzaturrofa

#ShopAndCook versi Buah-Buahan

Tulisan kali ini aku pengin ngebahas tentang "perbelanjaan" di bidang buah-buahan. Kebetulan tadi sore aku habis belanja buah-buahan dan sempat kefoto juga (karena biasanya buahnya langsung dimasukin aja gitu ke kulkas tanpa dirapih-rapihin dulu, beda sama bahan makanan yang harus rapi naruhnya wkwk). Oke, langsung saja ya, ini list buah-buahan yang tadi sore aku beli :
  1. Semangka Merah Non Biji (@10.900/kg, beli 4,376 kg jadi totalnya 47.698)
  2. Jeruk Brastagi Medan (@55.900/kg, beli 2,298 kg jadi totalnya 128.458)
  3. Pear Yalie (@18.900/kg, beli 1,086 kg jadi totalnya 20.525)
  4. Anggur Australia (@156.800, beli 0,356 kg jadi totalnya 55.821)
Jadi totalnya 252.502 yah. Tapi karena ada diskon member, jadi total akhirnya itu 239.877 😊

Oh iya, sebenarnya untuk buah-buahan sih, aku belinya itu-itu aja nggak ada variasinya. Antara jeruk, semangka, pir, anggur, apel, dan mangga. Tapi karena apel dan mangga yang biasa aku beli lagi kosong, jadinya kali ini aku beli jeruknya agak dibanyakin. Dan sekali-sekali aja aku beli buah lainnya kayak buah naga, alpukat, belimbing, manggis, dsb. Jadi kayak 6 buah pertama itu adalah buah yang (pasti) dibeli, sedangkan sisanya kalau lagi mood aja wkwk. Makanya aku nggak pernah ngefotoin list belanjaan buah-buahan, ya karena memang buah yang dibeli itu-itu saja.

Dan mau lagi tinggal berdua atau ramean kayak sekarang, aku emang biasa beli buah sebanyak ini. Soalnya biasanya buah-buahannya selain dibikin jus, juga dibikin jadi salad buah makanya stoknya lebih banyak. Cepet habisnya tuh kalau udah dibikin jus atau saladπŸ˜‚Terus juga beli buahnya kan nggak rutin setiap minggu, tapi kalau emang buahnya lagi habis saja, juga kalau lagi nggak males buat belinya wkwk.

---

Sebenarnya kemarin selain soal buah-buahan, sempat ada yang nanya juga soal gimana cara aku mengatur keuangan dan kapan aku membeli kebutuhan pokok lainnya. Tapi berhubung sore ini aku habis belanja buah-buahan, jadi yang ditulis duluan soal buah-buahan, yah. Insya Allah pembahasan soal gimana cara aku mengatur keuangan dan membeli kebutuhan pokoknya menyusul. Semoga bermanfaat 😊
Read More
Published Jumat, April 03, 2020 by Hannan Izzaturrofa

#ShopAndCook Jumat, 3 April 2020

Minggu ini belanjanya dimajuin sehari, gara-gara mau menghindari keramaian; yang ternyata belanja di hari Jumat pun sama saja ramainya seperti pasar di hari Sabtu dan Minggu. Entah apakah memang Jumat sudah terhitung weekend atau memang sedang ramai saja, karena dulu seingat aku kalau ikut Ummi ke pasar hari biasa itu kondisinya tidak terlalu ramai. Mungkin besok-besok nyobain ke pasarnya di hari Senin-Kamis saja biar (semoga) lebih sepi.

Oh iya, hari ini pun yang ke pasar dan tukang potong ayam masih Pak Suami. Katanya sementara aku nggak boleh belanja ke pasar dulu. Tapi Alhamdulillah karena memang Pak Suami dari dulu selalu menemani aku kalau belanja ke pasar, jadi beliau sudah mahir dalam memilih sayur-sayuran dan lauk-lauk yang fresh. Malah akhir-akhir ini lebih ngerti Pak Suami daripada aku dalam hal "perpasaran" πŸ˜‚

Oke, langsung saja ya. Berikut list belanjaan lauk-pauk kami minggu ini :
  1. Sayap ayam 3 kg (@27.000, total 81.000)
  2. Dada ayam fillet 2 kg (@40.000, total 80.000)
  3. Paha bawah ayam 1 kg (28.000)
  4. Paha atas ayam potong rica 2 kg (@28.000, total 56.000)
  5. Ceker ayam 1/2 kg (10.000)
  6. Daging sapi 1 kg (125.000)
  7. Tetelan daging sapi 1/2 kg (60.000)
  8. Iga daging sapi 1/2 kg (60.000)
  9. Udang 1 kg (70.000)
Totalnya 570.000 😊 Dan untuk sayur-sayurannya :
  1. Bakso frozen 1/2 kg (18.000)
  2. Telur ayam 2 kg (48.000)
  3. Kemiri, wortel 1 kg, kembang kol, sawi putih, caisim, bawang merah 1 kg, bawang putih 1/2 kg (105.000)
  4. Daun pandan (2.000)
  5. Tepung roti 2 bungkus (@8.200, total 16.400)
Totalnya 189.400 😊 Dan itu sawi putih serta caisimnya udah kepake setengahnya buat masak capcay pagi ini πŸ˜‚

Jadi total keseluruhan belanja minggu ini itu 759.400 yah πŸ˜… Oh iya tapi jangan salah, karena belanja kali ini sebenarnya dua kali lipatnya karena diperuntukkan buat dua mingguan. Sengaja nyetok kayak gini karena lagi mau menghindari keramaian dua minggu ini; selain karena memang beberapa kilometer dari perumahan juga sudah mulai ada yang kena kasus, juga karena kemarin sempat diperingatkan oleh teman sekantornya Pak Suami yang juga kakak kelas di kampus, bahwa 2-3 minggu ini katanya sih minggu-minggu "kritis". Apalagi kondisi pasar yang masih ramai setiap harinya dan minimnya warung-warung di sekitar perumahan yang menjual kebutuhan bahan makanan. Soalnya kemarin waktu belanja di warung langganan dekat rumah, banyak bahan makanan yang kosong karena nggak tahu kenapa yang biasa nitip jualan di warung itu sebagian besarnya memilih untuk berhenti menitipkan jualannya untuk sementara. Mungkin mereka menerapkan work from home juga, jadi sudah jarang yang datang ke warung itu lagi.

Dan untuk sayur-sayuran hijaunya memang aku sengaja nyetok sedikit, selain karena emang sayur-sayuran gitu mudah layu dan tidak bisa disimpan sampai dua minggu, juga karena wadah-wadah tertutupnya udah habis buat nyimpen lauk-pauk πŸ˜‚ Jadi mungkin setiap 3 hari sekali bakal pakai aplikasi Beceer lagi buat pesan beberapa sayur-sayuran yang memang lagi dibutuhin. Kenapa nggak pesan lauk-lauknya di aplikasi Beceer juga biar nggak nyetok sampai dua mingguan gini, ya karena harga lauk-pauk di pasar dan terutama tukang potong ayamnya langsung itu bedanya jauh πŸ˜… Kayak telur ayam yang harganya masih 29.000 per kilo di Beceer, sedangkan di pasar udah turun jadi 24.000. Juga ayam yang dari dulu harganya 44.000 per kilo di Beceer, sedangkan di tukang potong ayam langganan itu sekitar 27-29 ribu. Kan bedanya jauh banget... Tapi kalau untuk sayur-sayuran, daging sapi dan aneka seafood sih harganya Alhamdulillah masih sama, malah justru ada yang lebih murah.

Oh iya, ini juga minggu lalu aku salah perhitungan karena ternyata ada beberapa lauk yang belum terpakai. Jadi dari belanjaan minggu lalu itu aku masih punya sisa sayap ayam 2 kg dan ceker 1/4 kg wkwk. Tapi memang karena belanjanya maju satu hari juga sih, jadi seharusnya memang perkiraannya tidak jauh berbeda karena minggu lalu itu rencananya belanja di hari Sabtu atau Minggu. Kecuali buat sayurnya ya, itu Alhamdulillah selalu habis wkwk karena memang belinya sedikit. Kemarin saja sempat beli beberapa sayuran buat 2 hari karena ternyata kami kehabisan bahan buat bikin sayur. Alhamdulillah 'ala kulli haal...

Semoga ada yang bisa diambil manfaatnya yah 😊
Read More
Published Kamis, April 02, 2020 by Hannan Izzaturrofa

Cheese Cake

sumber : google.com
Kalau kalian pernah beli roti atau kue di Breadt*lk, pasti nggak asing sama Cheese Cake Blueberry yang penampakannya kayak gambar di samping. Terakhir beli beberapa bulan yang lalu sih, satu potong kayak gitu harganya 22.500 gitu.

Nah, karena minggu kemarin orang rumah lagi kangen banget sama cheese cake ini dan nemu resepnya juga di internet, jadinya kami pun nyobain buat bikin sendiri dengan bahan seadanya. Dan ternyata rasanya mirip banget! Beda sedikit aja karena memang toppingnya pun bukan blueberry gara-gara di rumah adanya cokelat πŸ˜… Tapi serius, rasanya emang benar-benar mirip, lho. Cara buatnya gini, nih..



Bahan :
  1. 110 gram biskuit
  2. 45 gram mentega, lelehkan
  3. 450 gram cream cheese
  4. 125 gram gula pasir
  5. 3 sdm air lemon
  6. 1 sdm agar-agar bubuk plain
  7. 200ml susu cair
  8. secukupnya selai cokelat (harusnya blueberry)

Cara Membuat :
  1. Hancurkan biskuit sampai halus. Bisa pakai chopper ataupun ditumpuk pakai ulekan. Kalau aku, pakai ulekan aja wkwk.
  2. Campurkan mentega yang sudah dilelehkan ke dalam biskuit yang sudah hancur. Aduk rata.
  3. Masukkan adonan biskui dan mentega ke dalam loyang sambil ditekan-tekan dengan gelas atau sendok agar padat. Setelah itu, masukkan ke dalam kulkas selama 10 menit (minimal).
  4. Masukkan cream cheese dan gula ke dalam panci, lalu aduk sampai tercampur rata.
  5. Setelah itu, masukkan air lemon dan agar-agar bubuk, lalu aduk kembali.
  6. Masukkan susu cair, aduk, lalu panaskan isi dalam panci tersebut sampai adonan panas atau hangat, tapi jangan sampai mendidih.
  7. Setelah adonan panas, tuangkan adonan ke dalam loyang yang berisi biskuit. Ketuk-ketuk loyang agar adonan rata dan tidak bergelembung.
  8. Setelah itu, simpan loyang ke dalam kulkas, bukan freezer. Tunggu hingga minimal 2 jam.
  9. Jika sudah 2 jam, keluarkan adonan dari loyang dan beri selai cokelat di atasnya.
  10. Cheese cake siap dihidangkan!

Nah, gampang banget kan? Kayak gini nih, penampakan cheese cake buatan kami:
Ini emang sengaja selainya nggak dibikin rata kayak cheese cake yang dijual, soalnya aku nggak begitu suka cokelat wkwk jadinya yang lain ngalah, nggak ngasih cokelatnya kebanyakan 😁

Oh iya, buat cream cheesenya juga aku bikin sendiri gara-gara nggak sempat beli dan kalau beli pun harganya mahal πŸ˜… Cara bikin cream cheesenya gini :

Bahan :
- 360 gram keju cheddar parut
- 2 sdm tepung maizena
- 280 ml susu cair

Cara Membuat :
- Campurkan keju parut, tepung maizena dan susu cair ke dalam loyang.
- Panaskan adonan di dalam loyang itu di atas teflon yang berisi air panas yang mendidih sampai meleleh dan tercampur rata (posisi teflon di atas kompor yang menyala).
- Jika adonan sudah panas dan meleleh, angkat loyang dan aduk terus adonan sampai tercampur dan bertekstur cream (intinya sampai teksturnya kayak cream cheese wkwk).
- Jadi deh!

Selamat mencoba, ya!
Read More